Menikah itu Indah

Hmm sesuai dengan titlenya…menikah itu indah…benarkah??? mari kita tanyakan saja pada orang-orang yang telah malalui sebuah kata pernikahan ok…

Ya..Pernikahan…siapa sih yang gak ingin melalui sebuah kata PERNIKAHAN…pastinya semuanya ingin khann…

Maybe we just know that  pernikahan itu adalah sebagai pergantian status atau hanya menghalalkan suatu hubungan saja antara seorang laki-laki dan perempuan.  Selain itu, perlu kita ketahui, ianya bukan hanya sekedar upacara sakral melainkan ia adalah  sebuah ibadah dan ikut menyempurnakan agama kita demi mendapatkan keridhoan Allah SWT…bukankah begitu kawandd???…..n jst u knw, siapapun yang kelak akan menjadi pendamping hidup kita akan turut mempengaruhi  kemana langkah kita bahkan membawa perubahan berbagai aspek dalam hidup kita dan tak menutup kemungkinan berpengaruh terhadap akhir hidup kita…oh no…sebegitu pengaruhnyahkah??? (It’s jst my opinion n if you have other opinions its ok…never mind…no problem) so..be carefull.. kita sama-sama …watawassaubil haq…

Mengapa kita harus menikah???

Ya karena menikah adalah ibadah dan hendaknya pernikahan itu tidak dipandang sebagai ibadah yang memberatkan, sehingga banyak mengeluarkan energy hanya untuk merencanakan pernikahan.

Allah dan Rasul-Nya telah mensyariatkannya seperti firman Allah dalam Al Qur’an yang artinya, “Maka kawinilah olehmu perempuan-perempuan yang baik bagimu” ( An Nisa : 3). Begitu juga dalam firman Allah yang artinya “Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri” (An Nahl : 72). Rasulullah SAW juga memerintahkan kepada pemuda yang telah siap menikah untuk segera menikah. Seperti dalam sabda Rasulullah SAW, “Wahai para pemuda, barang siapa diantara kamu telah mampu menikah, hendaklah ia menikah. Sesungguhnyadengan demikian  akan lebih bisa menundukkan pandangan mata dan lebih leluasa menjaga kemaluannya. Barangsiapa yang belum sanggup hendaklah ia berpuasa, sesungguhnya yang demikian itu lebih baik bagimu.” (HR. Muslim).

So kawandd bagi yang kita yg telah siap menikah monggo..apalagi yg sudah ada calonnya…bt..if u aren’t ready…shaum dulu…dan sabarr…insya Allah kita tinggal tunggu tgl mainnya…(sekarang kita belajar shaum dan sabar dulu)

Tujuan menikah???

Salah satunya yaitu juga untuk melestarikan kekhalifahan manusia di muka bumi ini. Dalam Al Qur’an, Allah berfirman yang artinya “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakanmu dan menjadikan istri dari padanya dan dari keduanya berkembangbiak laki-laki dan perempuan yang banyak.” (An Nisa :1)

Sekarang ini, pernikahan seringkali dianggap “beban” bagi masyarakat dan beberapa pemuda yang sudah layak menikah menunda hanya karena belum tersedia dana yang pantas untuk mengawali sebuah rumah tangga. Saya jadi teringat kisah di zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang ingin menikah namun ia tak memiliki sesuatu yang bisa dijadikan mas kawin bahkan untuk sebuah cincin emas untuk disematkan di jari manis calon istrinya. Tetapi akhirnya atas saran Rasulullah pemuda itu memberikan sebuah cincin yang terbuat dari besi kepada calon istrinya.(hmm Ibarat tak ada rotan akar pun jadi..mohon maaf jika salah,saya tidak ingat pasti nama pemuda itu dan cerita murninya). Benar sekali bahwa pernikahan itu memang membutuhkan dana. Tetapi, jangan sampai kita terlalu menuntut banyak bahkan itu menjadi sebuah permasalahan yang sangat besar dan bahkan meruntuhkan niat kita untuk menikah. Memang seperti kata orang “kapan lagi kita kayak gini, seumur hidup sekali nggak tiap hari khan..”. Pada intinya adalah tidak menghilangkan kemurnian nilai hakiki sebuah pernikahan yang sesuai dengan syari’at Islam dan toh suksesnya sebuah pernikahan tidak dilihat dari megahnya acara pernikahan itu.

Oh iya berkaitan dengan masalah rezeki, terkadang manusia itu memang tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Padahal rezeki itu datangnya dari Allah dan kewajiban manusia adalah berusaha mendapatkan rezeki sesuai kemampuan kita dan bersyukur (memang mudah untuk mengatakan, sulit untuk melakukan,,tetep berusaha…semangadd…kita sama-sama belajar untuk selalu bersyukur..Alhamdulillah).

Mengulas kilas balik, saya teringat sebuah acara pernikahan yang begitu membekas di hati saya dan saya belum pernah menemukan pernikahan seperti itu sebelumnya…sebuah pernikahan seseorang yang benar-benar membuat hati berkata “wah dan owh begini ya…ternyata seperti ini” bukan karena kemewahan atau kesederhanaan sebuah pernikahan tetapi memberikan gambaran bagaimana sebuah pernikahan Islami itu…atas dengan izin Allah, saya bisa hadir di acara pernikahan itu dan mendapatkan souvenir sebuah buku kecil tentang risalah pernikahan. Dalam lembaran buku itu tertulis tentang bagaimana sebaiknya pernikahan dilaksanakan. Singkat kalimatnya seperti ini :Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan walimah diantaranya yaitu :

  • Kartu Undangan

Kartu ini berfungsi untuk menyampaikan undangan kepada orang lain guna menghadiri walimah. Sejalan dengan fungsi itu, maka tidak selayaknya jika kartu itu berubah fungsi menjadi saran riya’ kemubaziran dan ketaklidan.

  • Gaun Pesta

Pernikahan merupakan hari yang istimewa bagi seseorang. Tidak mengherankan kalau setiap orang ingin menandai hari yang bersejarah itu dengan berpenampilan. Akan tetapi Islam bukanlah diin yang meinginkan umatnya bersikap berlebihan. Maka dari itu  pemilihan gaun pesta sebaiknya tetap berpegang teguh pada kesederhanaan dan syari’at, bukan tradisi dan kemewahan.

  • Siapa yang diundang?

Rasulullah SAW bersabda : “Makanan yang paling buruk adalah makanan yang dihadiri oleh orang kaya, dan tidak mengundang orang miskin.” (HR. Muslin dan Baihaqi). Maka bukan tindakan yang arif bila kita hanya mengutamakan orang kaya dan mengabaikan fakir miskin.

  • Pemisahan antara tamu pria dan wanita

Islam tidak memperkenankan pemajangan pengantin di depan tamu. Kehadiran tamu pun tidak boleh campur baur. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari fitnah. Allah berfirman : “Katakanlah kepada laki-laki hendaklah mereka menahan pandangan dan memelihara kemaluannya yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka perbuat.” (QS. An Nuur : 30).

Hikmah tidak bercampur-baurnya pria dan wanita adalah untuk menghindari terjadinya “Zina mata dan Zina hati” Allah telah berfirman : “ Janganlah kamu mendekati zina karena sesungguhnya hal itu adalah perbuatan kotor dan keji”. (QS. Al Israa : 32)

Perilaku zina dalam pandangan Islam tidak terbatas pada terjadinya persetubuhan antara pria dan wanita yang bukan muhrimnya.  Akan tetapi, pandangan mata terhadap lawan jenis yang bukan muhrim pun termasuk zina. Rasulullah SAW bersabda : “Dua mata itu bisa berzina dan zinanya itu adalah melihat (yang bukan muhrimnya)”.(HR. Bukhari)

Namun terkadang umat Islam banyak yang memandang aneh orang yang melaksanakan hal demikian. Padahal sebenarnya umat islam sudah tidak asing dengan pemisahan pria dan wanita. Bukankah ketika sholat di Masjid, pengunjung pria dan wanita di pisah? Lalu mengapa dalam walimah yang juga merupakan ibadah, hal ini menjadi asing?

  • Hijab (penyekat)

Untuk membantu kita menahan pandangan maka diadakan hijab (tirai penyekat) antara pria dan wanita. Mengenai hal ini, Al Qur’an mengabadikan pernikahan agung Rasulullah dengan Jainab binti Jahsy. Dalam acara tersebut, Allah memerintah Rasulullah untuk memasang tabir,

“…apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka istri-istri Nabi Maka mintalah dari balik tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hati mereka” (Al Ahzab : 33)

  • Menepis kemaksiatan dan hiburan merusak

Biasanya undangan yang hadir dalam acara walimah, bertemu dengan para sahabat dan kawan lama, tidak jarang acara itu menjadi acara reuni. Wahai saudaraku sesungguhnya Allah telah menegur para sahabat yang berlama-lama ketika menghadiri pernikahan Rasulullah SAW, tetapi “jika kamu diundang, maka masuklah kamu dan bila selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan.” (QS. Al Ahzab : 33)

Bila sudah selesai, segeralah mohon diri dan tidak menjabat mempelai putrid bagi tamu pria dan sebaliknya, adalah sunnah yang harus ditegakkan. Aiayah ra meriwayatkan :

“tidak pernah tangan Rasulullah menyentuh tangan seorang wanita kecuali yang dimilikinya (anak istrinya).” (HR. Bukhari)

Umat Islam seharusnya menghindarihiburan yang tidak sesuai dengan syari’at Islam. Dan selayaknya tidak memperdengarkan music yang melenakan dari mengingat Allah dan liriknya mengandung ajakan maksiat seperti mengajak pada pergaulan bebas dll.

“Diantara manusia ada yang meberi omongan (nyanyian) yang dapat melalaikan dan menyesatkan dari jalan Allah tanpa disadari, dan dijadikan permainan, mereka kelak akan mendapat siksa yang hina.” (Luqman : 6)

  • Menghindari Kemubaziran

Biasanya dalam acara walimahan sering terjadi kemubaziran, terutama dalam penyajian hidangan dan asseosoris ruang. Kemubaziran seperti ini harus dihindari.

“Makan dan minumlah dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan”. (Al A’raf : 31)

  • Bukan merupakan aliran tertentu

Demikian sedikit pembahasan mengenai pernikahan yang telah dicontohkan Rasulullah SAW. Namun yang memprihatinkan adalah sebagian besar umat Islam masih menganggap aneh hal-hal di atas dan menduga ini merupakan ajaran kelompok tertentu atau ciri aliran tertentu. Padahal, hal-hal di atas adalah tuntutan dari Rasulullah SAW. Tepatlah saabda Nabi Muhammad SAW “ Sesungguhnya awal mula datangnya Islam dianggap aneh dan nanti Islam dianggap aneh dan nanti Islam akan kembali di anggap Aneh. Namun berbahagialah orang-orang yang aneh. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan yang aneh itu?’ Rasulullah SAW menjawab “orang yang melakukan kebaikan-kebaikan di saat orang melakukan kerusakan.” (HR. Muslim)

Kita harus tetap optimis, sejalan dengan kesadaran umat Islam yang murni dan konsekwen, maka apa yang dilakukan ini pada saatnya akan diterima oleh masyarakat. Aamiin Ya Robbal ‘alamin.

Do’a untuk kedua mempelai :

“Barokallahu laka wabaroka alaika wajama_a bainakumaa fii khoirin”

(semoga Allah memberkahi engkau dan memberkahi atas kau dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan). (HR. Bukhori dan Muslim)

Alhamdulillah akhirnya selesai juga tulisan panjang ini,, semoga bermanfaat bagi kita semua…kebenaran itu datangnya dari Allah dan kesalahan itu datangnya dari seorang manusia termasuk diri saya pribadi..Wallahu’Alam Bisshowab

by : UMS

One response to this post.

  1. […] pernah membaca blog seorang ukhti ( klik disini gan…!!!) yang menulis ttg menikah itu indah, nih kutipan dari blog nya “Salah satunya yaitu […]

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: