Tawazun

Tawazun itu artinya seimbang. Alloh telah mengisyaratkan kita agar kita hidup seimbang sebagaimana Alloh menciptakan kehidupan ini secara seimbang. Rasulullah SAW. Memberi teladan kepada umat Islam untuk hidup seimbang sehingga kebutuhan dunia maupun akhirat. Sebagaiman yang tercantum dalan Al Qur’an (QS. 67 : 3)
Sesuai dengan fitrah Alloh, manusia memiliki tiga potensi yaitu al-jasad (jasmani), al aql (akal), dan ar-ruh(ruhani) dan kesemua potensi itu membutuhkan makanannya masing-masing sehingga terpenuhinya kebutuhan yang seimbang.
1. Jasmani
Jasmani atau fisik adalah amanah dari Allah swt,karena itu harus kita jaga . Dalam sebuah hadits dikatakan ,”Mu’min yang kuat itu lebih baik atau disukai Allah daripada mu’min yang lemah.”(HR.Muslim), maka jasmani pun harus dipenuhi kebutuhannya agar menjadi kuat. Kebutuhannya adalah makanan, yaitu makanan yang halalan thoyyiban (halal dan baik) (QS.80:24,2:168), beristirahat (QS.78:9), kebutuhan biologis (QS.30:20-21) dan hal-hal lain yang menjadikan jasmani kuat.
2. Akal
Yang membedakan manusia dengan hewan adalah akal. Akal pulalah yang menjadikan manusia lebih mulia dari makhluk-makhluk lainnya. Dengan akal manusia mampu mengenali hakikat sesuatu, mencegahnya dari kejahatan dan perbuatan jelek.Membantunya dalam memanfaatkan kekayaan alam yang oleh Allah diperuntukkan baginya supaya manusia dapat melaksanakan tugasnya sebagai khalifatullah fil-ardhi (wakil Allah di atas bumi) (QS.2:30;33:72). Kebutuhan akal adalah ilmu (QS.3:190) untuk pemenuhan sarana kehidupannya.

3. Ruh (hati)
Kebutuhannya adalah dzikrullah (QS.13:28;62:9-10). Pemenuhan kebutuhan ruhani sangat penting, agar ruh/jiwa tetap memiliki semangat hidup, tanpa pemenuhan kebutuhan tersebut jiwa akan mati dan tidak sanggup mengemban amanah besar yang dilimpahkan kepadanya.

Dengan keseimbangan, manusia dapat meraih kebahagiaan hakiki yang merupakan ni’mat Allah, karena pelaksanaan syariah sesuai dengan fitrahnya. Untuk skala ketawazunan akan menempatkan umat Islam menjadi umat pertengahan / ummatan wasathon (QS.2:143), yaitu umat yang seimbang.

Penerapan tawazun mungkin berbeda bagi setiap orang . Dibawah ini beberapa indicator tawazunn :
1. Ibadah
Rasulullah SAW. Memberikan teladan kepada umatnya sebagaimana kehidupan orang biasa. Dengan bermuara pada ibadah, Insya Alloh segala gerak langkah kita diridhoi oleh Allah SWT.
Dari Amirul Mukminin, Abu Hafs, Umar Bin Khatab r.a. berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW. Bersabda, ‘Sesungguhnya diterimanya amal perbuatan itu bergantung pada niatnya dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barang siapa berhijrah karena Alloh dan Rasul-Nya maka hijrahnya (akan diterima) sebagai hijrah karena Alloh dan Rasul-Nya; dan barang siapa berhijrah karena dunia yang ia cari atau wanita yang hendak dinikahinya maka ia akan mendapati apa yang ia tuju.” (HR. Bukhori & Muslim).
Rasa ikhlas akan lahir dengan sendirinya bila kita melatakkan segala sesuatunya hanya untuk Alloh SWT.
2. Keilmuan (pemenuhan kebutuhan akal)
Ada sebuah hadits Rasulullah “Al Ilmu Qobla Qoul Wal amal” (Afwan lupa diriwayatkan oleh siapa) yang artinya ilmu itu mendahului perkataan dan perbuatan. Ilmu itu merupakan penunjuk amal. Sebagai seorang pelajar mungkin kita menuntut ilmu sesuai yang diminati. Namun ketika kita sebagai ibu rumah tangga/karir, kita sebaiknya mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari sebelumnya atau bisa belajar beradaptasi dengan cepat untuk memahami bidang lain.
3. Keorganisasian dan profesi
Kita sebagai pelajar maupun IRT/Karir bisa memposisikan diri sesuai kemampuan dan sarana hablun minannas. Seperti berorganisasi, saling berinteraksi dan melengkapi satu dan laiinnya untuk melengkapi tujuan organisasi itu sendiri disamping itu kita dapat mengamalkan ilmu yang bermanfaaat (‘ilman naafi’an).
4. Waktu
Sebagai pelajar tidak hanya seharian untuk belajar. Belajar memang merupakan medan jihad sebagai pelajar. Namun hal tersebut tidak berarti kita sampai mengesampingkan shalat fardu, istirahat dan kegiatan lainnya. Begitu juga sebagai IRT/Karir tidak hanya memikirkan urusan RT maupun kakrir nya.
5. Keuangan
Sebagai pelajar, Cermat mengatur dalam menggunakan uang saku. Sebagai IRT/Karir sermat mengatur pengeluaran dan mengalokasikan pendapatan sebagaimana mestinya.
6. Keluarga
Sebagai pelajar tentu juga sebagai anak kita tetap berbakti kepada orang tua dan silaturahmi dengan saudara. Sedangkan sebagai IRT/Karir dapat memelihara keharmonisan keluarga sakinah mawadah wa rahmah.
7. Fisik
Untuk bersikap tawazun pada fisik kita dengan mengkonsumsi makanan bergizi halal thoyyiban seperti pada penjelasan sebelumnya dan tidak berlebihan. Bukankah sesuatu yang berlebihan dapat menimbulkan kemudhorotan???

To be continued….(Tips Hidup Tawazun) pada kesempatan mendatang…
Maraji’ : Dari berbagai sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: